← Kembali ke Berita & Buletin

Afalaa Ta'qiluun?

Kemarin lewat di reels Facebook saya sebuah video dengan soundtrack penggalan lagu yang beberapa waktu lalu sangat viral dari Raim Laode berjudul Komang, yang kurang lebih bunyinya:

Sebab kau terlalu indah dari sekedar kata ~
Dunia berhenti sejenak menikmati indahmu ~

Entah kenapa setelah mendengar lirik lagu tersebut saya langsung membayangkan bagaimana kalau literally dunia berhenti berputar sejenak, kira-kira apa yang akan terjadi. Bumi berputar pada porosnya atau yang disebut dengan rotasi bumi dengan kecepatan 1.670 km/jam, tentunya itu merupakan kecepatan yang sangat luar biasa bagi manusia. Sekarang mari kita bayangkan bagaimana kalau kita berada dalam kendaraan yang berkecepatan tinggi dan tiba-tiba harus berhenti secara mendadak, apa yang terjadi?

Ya, kita akan terlempar ke depan. Jika bumi yang berputar 1.670 km/jam berhenti secara tiba-tiba (walaupun menurut para ilmuwan kemungkinannya kecil bagi bumi untuk berhenti secara mendadak, tapi bisa saja terjadi) maka yang terjadi adalah semua yang ada di atas bumi akan terlontar dan terbang ke arah timur. Seketika saya teringat salah satu skenario hari kiamat dalam Qur'an Surat Al-Qori'ah ayat 4 dan 5 yang berbunyi:

يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ

وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنفُوشِ

“Pada hari itu manusia seperti laron yang berterbangan”
“Dan gunung-gunung seperti bulu yang berhamburan”

Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa Al-Quran sangat masuk akal (karena masih banyak bukti yang lain) dalam memberikan informasi kepada umat manusia, karena memang dalam Islam salah satu syarat orang untuk mukallaf adalah 'aqil, yakni orang yang mampu menggunakan dan memberdayakan akalnya. Dengan akal sehat kita bisa memperkuat iman kita setelah membaca dan merenungi ayat-ayat Al-Quran yang tentunya dengan bahan dan referensi yang cukup. Karena saya yakin Islam tidak akan “menciderai” akal sehat.

Maka pesan saya, mari kita semua sebagai pelajar beragama dengan akal sehat. Atau apa mungkin cara berpikir seperti ini akan dianggap seperti mu'tazilah? Saya kira tidak. Wallahu a'lam bishshowab.

Sumber Referensi:
kumparan.com — Berapakah Kecepatan Bumi Berputar pada Porosnya?
liputan6.com — 7 Hal yang Akan Terjadi Jika Bumi Berhenti Berputar

Ingin Bergabung dengan Nurul Qur'an?

Lihat jadwal, syarat, dan cara pendaftaran siswa baru.

Lihat Info SPMB